Senin, 12 Januari 2015

Manusia Dan Harapan



XI. Manusia Dan Harapan


  •         Pengertian Harapan


Setiap manusia mempunyai  harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam bidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan  berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan  berarti sesuatu yang diinginkan  dapat terjadi, Dengan demikian  harapan menyangkut masa depan.
Contoh:
* Budi  seorang  mahasiswa  STMIK  Gunadarrna,  ia rajin belajar  dengan  harapan  didalam ujian  semester  mendapatkan   angka  yang baik
*Hadir  seorang  wiraswasta  yang rajin.  Sejak mulai  menggarap  usahanya  ia mempunyai harapan  usahanya  menjadi  besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan,karena itu berusaha  bersungguh-sungguh   dengan  usahanya.
       Dari  kedua  contoh  itu terlihat,  apa yang diharapkan  Budi  dan  Hadir  ialah jadinya    buah  keinginan.  karena  itu mereka  bekerja  keras.  Budi  belajar  tanpa  mengenal  waktu  dan Hadir bekerja tanpa mengena Lelah.   Semuanya itu dengan suatu keyakinan  demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk mewujudkan  harapan  itu harus disertai  dengan  usaha  yang sesuai  dengan   apa  yang  diharapkan

*Persamaan Harapan dan Cita-Cita


     Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar.
Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.



  •          Sebab Manusia Membutuhkan Harapan


Sehubungan dengan kebutuhan-kebutuhan manusia itu, Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi macam. Lima macam kebutuhan itu merupakan lima harapan manusia, yaitu :
-Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
-Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
-Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (being loving and love)
-Harapan untuk memperoleh status atau diterima atau diakui lingkungan (status)
-Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self-actualization)


  •          Pengertian Doa


Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan.
Macam-Macam Doa
1. Doa Mau Tidur
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ
Nabi saw apabila mau tidur, beliau berdoa Ya Allah dengan NamaMu aku Hidup dan Mati
HR  Al  Bukhari 22:369 No 6845, Abu Daud 13:244 No 4390, Ibnu Abi Syaibah 6:240, Nasa’i 6:187

2. Doa Bangun Tidur
وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Dan apabila bangun, beliau berdoa : Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah mematikan kami dan hanya kepadaNya kami kembali.
HR  Al  Bukhari 22:369 No 6845, Abu Daud 13:244 No 4390, Ibnu Abi Syaibah 6:240, Nasa’i 6:187


3. Doa Ketika Turun Hujan
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Dari Aisyah, sesungguhnya Rasulullah saw apabila melihat hujan  beliau berdo’a : Ya Allah Jadikanlah Hujan ini, yang manfa’at.  HR Bukhari 4:138 No 974

4. Doa Ketika Ada Angin Kencang
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَصَفَتْ الرِّيحُ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Dari Aisyah Ra,istri Nabi Saw sesungguhnya ia berkata : Nabi Saw apabila ada angin kencang (besar) beliau berdoa : “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan apa saja yang ada di dalamnya serta kebaikan apa saja yang dibawanya, Aku berlindung kepadaMu dari bahayanya dan bahaya apa saja yang ada di dalamnya serta bahaya apa saja yang ia diutus membawanya.
HR Muslim 4:436 No 1496, At Tirmidzi 8:207 No 2178, Ahmad 43:165 No 20215

5. Doa Ketika Ada Petir
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَالصَّوَاعِقِ قَالَ اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ
Dari Salim bin Abdillah bin Umar Ra dari bapaknya sesungguhnya Rasulullah Saw apabila mendengar suara petir, beliau berdoa : Ya Allah janganlah Engkau matikan kami dengan murkaMu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan siksaanMu dan ampunilah kami sebelumnya.
HR Tirmidzi 11:345 No 3372, Ahmad 12:40 No 5503, Al Baihaqi 3:362, An Nasa’i 6:203,
 


  •         Pengertian Kepercayaan

     Keperayaan adalah hal-hak yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran Ada jenis pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang, bukan karna hasil peyelidikan sendiri, melainkan diterima oleh orang lain. Kebenaran pengetahuan yang di dasarkan atas orang lain itu disebabkan karna orng lain itu dapat dipercaya. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya disebut kepercayaan.
  3 Teori tentang kebenaran:
- Teori kebenaran korespondensi
-Teori kebenaran Koherensi atau konsistensi
-Teori Kebenaran Pragmatis


  •          Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkanya

      Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia . Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan pada setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakikatnnya percaya pada tuhan yang maha esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang,dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau di percayakan padanya.
2.      Kepercayaan pada orang lain
Percaya pada orang lain itu dapat berupa percaya pada sodara,orangtua,guru,atau sapa saja. Kepercayaan pada orang lain itu sdah tentu percaya terhadap kata hatinya.
3.      Kepercayaan pada pemerintah
Jelaslah bagi kita , baik teori ataupun pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintan itu benar, karna tuhan adalah sumber kebenaran. Karna itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepasa negara pemerintah.
4.      Kepercayaan terhadap tuhan
Kepercayaan terhadap tuhan yang maha kuasa itu amat penting karna keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karna merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan tuhannya.

Berbagai usaha yang dilakukan oleh manusia untuk menigkatkan rasa percaya terhadap tuhannya. Usaha itu bergantung pada kondisi pribadi situasi dan lingkungan.
Usaha itu antara lain:
       1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
       2. Menigkatkan pengabdian kita terhadap masyarakat
c           3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesame manusia
       4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
.            5. Menekan perasaan negative.










Sumber:

http://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/13/manusia-dan-harapan/
http://yogiearieffadillah.wordpress.com/2013/06/23/manusia-dan-harapan/
http://jhens-fernando.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-harapan.html
http://frnsnslm.blogspot.com/p/ringkasan-materi-manusia-dan-harapan.html
http://meisalistiani.blogspot.com/2014/10/tugas-ibd-manusia-dan-harapan.html
http://zoelkiflyunismuh10wordpres.wordpress.com/2013/03/19/pengertian-doa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar