Selasa, 14 November 2017

Contoh Surat Penawaran Resmi

Contoh Surat Penawaran Barang

Jakarata 12 Januari 2017
Kepada Yth,
PT. Damai Abadi
Di - Jakarta
No       : 033/PNWRN/2017
Hal      :  Penawaran Barang
Lampr :  3 Berkas

Dengan Hormat

Dengan surat ini kami bermaksud memperkenalkan perusahaan kami PT. Maju Jaya yang beralamat di Jalan. Melati no 22 Bogor. Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang peralatan kantor dan sudah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan ternama di kota Bogor dan kota - kota besar lainnya di wilayah Indonesia

Sesuai informasi yang kami peroleh, PT. Damai Abadi merupakan perusahaan yang menjual berbagai peralatan kantor yang sedang berkembang pesat dan membutuhkan pasokan peralatan kantor dengan harga yang terjangkau tetapi dengan kualitas yang terjamin.

Sehubungan dengan hal tersebut kami bermaksud mengajukan penawaran untuk menjadi pemasok barang peralatan kantor di PT. Damai Abadi. Harapan kami penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk jalinan kerjasama sehingga bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan daftar harga produk peralatan kantor yang kami sediakan. Jika perusahaan Bapak berminat kami siap melakukan pembicaraan lebih lanjut kapan saja.

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian yang di berikan dan kerjasamanya kami sampaikan banyak banyak terima kasih.





Hormat Kami


PT. Maju Jaya

Kamis, 02 November 2017

" Komunikasi Dalam Tulisan "

BAB I
KOMUNIKASI DALAM TULISAN
1.1  Latar Belakang
Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraaan secara langsung dengan menngunakan bahasa yang singkat, jelas dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat- menyurat, sms, e-mail dan lain sebagainya.
Seperti hal nya komunikasi lisan, komunikasi tulisan ini juga berpengaruh dalam komunikasi antaran individu-individu, individu-kelompok, atau kelompok-kelompok yang berjauhan tempat. Komunikasi tulisan juga dapat memberikan eisien dan menghemat waktu tanpa perlu membuamg tenaga dan waktu dalam berkomunikasi kepada seseorang yang tempat dan domisilinya berjauhan.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penulisan Kabar Atau Berita
Nilai berita digunakan untuk mengukur layak tidaknya suatu tulisan diangkat menjadi berita. Semakin tinggi nilai berita yang dikandung dalam sebuah peristiwa semakin kuat tersebut dianggkat sebagai berita. Sebaliknya, semakin rendah nilai beritanya semakin rendah pula peristiwa tersebut diangkat sebagai berita.
1.)    Unsur-Unsur Berita
Sebuah berita memenuhi unsur-unsur berita yang dikenal dengan 5W+1H.
§  What= apa yang terjadi
§  Where= dimana hal itu terjadi
§  When= kapan peristiwa itu terjadi
§  Who= siapa yang terlibat dalam kejadian itu
§  Why= kenapa hal itu terjadi
§  How= bagaimana peristiwa itu terjadi

2.)    Struktuk naskah berita
§  Judul berita (head)
§   Teras berita (lead)
§   Isi berita (body)

3.)    Teknik menulis berita
§  Fact Organizing yaitu pengorganisasian/pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menulis berita. Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, atau menggunakan data-data tertulis.
§   Lead Decission yaitu penentuan lead untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita
§  Word Selection yaitu pemilihan kata-kata cocok untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat-lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.

2.2 Penulisan Pesan-Pesan Persuasif
Persuasi merupakan suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, persuasi yang efektif adalah kemampuan untukmenyampaikan suatu pesan di dalam suatu acara yang membuat audiens merasa mempunyai pilihan dan membuat mereka setuju.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menulis pesan-pesan pesuasif antara lain:
1)      Analisis audiens
2)      Mempertimbangkan perbedaan budaya
3)      Memilih pendekatan organisasional

Persuasive yang efektif mencakup empat komponen penting:
a.)    Menetapkan kredibilitas
b.)    Membuat kerangka argumentasi audies
c.)    Memilih daya pemikat

2.3 Korespondensi
Korespondensi adalah penyampaian maksud melalui surat dari suatu pihak kepada pihak lain dan atas nama jabatan dan dalam suatu perusahaan/organisasi dan dapat atas nama perorangan. Kegiatan saling berkirim surat oleh perseorangan atau oleh organisasi disebut surat menyurat ata korespondensi. Pihak yang terlibat disebut koresponden.
Surat adalah alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain yang memiliki persyaratan khusus yaitu penggunaan kode notasi, penggunaan kertas, penggunaan model dan bentuk, pemakainan bahsa yang khas serta pencantuman tanda tangan.




 SUMBER :

http://anggunichascratch.blogspot.co.id/2016/06/komunikasi-dalam-tulisan.html

" Komunikasi Lisan dan Negosiasi "

BAB I
KOMUNIKASI LISAN DAN NEGOSIASI


1.1  Latar Belakang
Istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris yaitu communication, sedangkan dari bahasa latin adalah comunicatus yang mempunyai arti berbagai atau menjadi milik bersama. Komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Ilmu  komunikasi  adalah  ilmu  pengethuan  sosial  yang  bersifat  multidisipliner,  oleya  itu  tidak  bias,menghindari  perspektif  dari  beberapa  ahli  yang  tertarik  pada  kajian           tentang komunikasi Sehingga  pengertian dan definisi komunikasi menjadi semakain banyak dan beragam, tetapi pada dasarnya semua itu bersi fat saling melengkapi dan menyempurnakan.
Komunikasi  secara  umum  adalah  suatu  proses  pembentukan,  penyampaian,  penerimaan, pengelolaan pesan  yang terjadi dalam diri seseorang dan  atau diantara dua atau lebih  dengan tujuan  tertentu. Artinya bahwa komunikasi tersebut adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan, dan pengolahan  pesan.  Setiap  pelaku  komunikasi  dengan  demikian  akan  melakukan  empat  tindakan  yaitu  : membentuk,  menyampaikan,  menerima  dan  mengolah  pesan.  Ke-empat  tindakan  tersebut  lazimnya  terjadi,secara  berurutan.  Membentuk  pesan  artinya  menciptakan  sesuatu  idea  atau  gagas,ini  terjadi  dalam  benak,kepala  seseorang  melalui  proses  kerja  system  syaraf.  Pesan  yang  telah  terbentuk  ini  kemudian  disampaikan kepada orang lain baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan  mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain.  Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi  dari  orang  tersebut.  
Pesan  adalah produk  utama  komunikasi.  Pesan  berupa  lambang-lambang  yang  menjalankan  ide/gagasan,  sikap,  perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau  tingkah  laku  dan  berbagai  bentuk  tanda-tanda  lainnya.
Negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang  menyangkut kepentingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kuka negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.


BAB II
PEMBAHASAN


 2.1  Komunikasi Lisan dalam Rapat
            Di dalam pertemuan dan rapat setiap peserta harus menyadari posisinya dalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:
·         Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
·         Mampu berperan sebagai komunikator yang berpartisipasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
·         Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsive namun tidak emosional.
·         Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
·         Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak berbicara bertele-tele.

2.2  Komunikasi Lisan dalam Wawancara
Wawancara pada dasarnya adalah obrolan biasa, hanya saja dengan topik tertentu, dan ada pihak yang lebih dominan bertanya (pewawancara) dan pihak lain dominan menjawab, menjelaskan, atau memberi informasi (narasumber). Wawancara sangat penting dalam penelitian kualitatif, karena ia merupakan sarana atau teknik pengumpulan data/informasi. Setiap pengumpulan data kualitatif hampir selalu membutuhkan wawancara dengan sumber informasi, misalnya saksi mata, pelaku, pengamat, korban dan sebagainya. Wawancara adalah salah satu teknik meliput, selain terjun langsung ke lapangan atau tempat kejadian peristiwa dan studi literatur atau studi kepustakaan. Etika dalam wawancara di antaranya adalah,
1) sebutkan/perkenalkan identitas diri
2) jelaskan tujuan wawancara
3) datang tepat waktu, konfirmasi bila terlambat
4) menghormati permintaan responden, buat secara tertulis.
Sikap dalam wawancara yang perlu diperhatikan:
a.       Fokus pada lawan bicara.
b.      Fokus pada pembicaraan.
c.       Tidak boleh memotong pembicaraan.
d.      Gunakan volume suara yang baik (berbicara tidak terlalu keras).
e.       Sabar.
f.       Lakukan verifikasi jika ada kekurangan.
g.      Jangan menyakiti hati responden.
h.      Hindari bahasa menggurui responden.
i.        Hindari kata-kata kasar (kotor).
j.        Bersikap ramah.
k.      Hindari sikap rakus.
l.        Hidari tatapan yang menyelidik/melotot/clingak-clinguk.
m.    Ucapkan terima kasih.

2.3  Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi
Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya seseorang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepentingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang berbeda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komunikasi adalah upaya yang bertujuan untuk mencari kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman  yang  sama  terhadap  pesan  yang  saling  dipertukarkan  adalah  tujuan  yang  diinginkan  oleh keduanya.
Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. (oliver). Tujuan negosiasi adalah antara lain :




·         Untuk menemukan suatu kesepakatan kedua belah pihak
·         Untuk memenuhi harapan/keinginan kedua belah pihak
·         Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian, atau memecahkan problem lain.

SUMBER :

" Presentasi Bisnis "

BAB I
PRESENTASI BISNIS

1.1 Latar Belakang
Dalam dunia bisnis, kegiatan presentasi atas berbagai peristiwa penting seperti pengajuan usulan proyek-proyek baru, pengembangan produk, perluasan pasar, dan sebagainya, bukanlah hal baru. Presentasi bisnis yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi lembaga atau institusi yang melakukan presentasi. Oleh karena itu, dalam melakukan presentasi bisnis harus dilakukan persiapan secara matang sehingga tujuan presentasi bisnis yang efektif dapat tercapai.

BAB II
PEMBAHASAN
   2.1 Persiapan Presentasi Bisnis
Dalam bidang apapun, keberhasilan dapat diraih apabila persiapan dilakukan dengan baik. Begitu halnya dengan presentasi bisnis, presentasi bisnis yang baik hanya akan dapat dicapai jika persiapan untuk melakukan presentasi tersebut dilakukan dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini persiapan yang diperlukan untuk presentasi bisnis mencakup beberapa hal, yaitu:
1.)     Penguasaan Terhadap Topik atau Materi yang akan Dipresentasikan
Penguasaan terhadap materi yang akan dipresentasikan merupakan salah satu syarat penting agar apa yang ingin disampaikan kepada audiens dapat mencapai sasaran. Ketidaksiapan terhadap materi yang akan dipresentasikan bukan saja menghambat penyampaian pesan terhadap audiens, tetapi juga akan memberikan citra (image) yang kurang baik bagi pembicara yang bersangkutan. Oleh karena itu, kuasailah materi tersebut dengan baik sebelum melakukan presentasi dihadapan audiens.
2.)       Menganalisa Berbagai Lingkungan Lokasi atau Tempat Untuk Presentasi
Agar presentasi bisnis yang dilakukan tersebut dapat mencapai tujuan, seorang pembicara perlu mengenal  lebih dekat lingkungan atau lokasi atau tempat ia akan melakukan presentasi bisnis.
3.)                Pemahaman terhadap lingkungan atau suasana lokasi untuk presentasi bisnis tersebut akan memberikan kemudahan kepada seorang pembicara dalam mengatur alat bantu presentasi yang sesuai dengan suasana lokasi tersebut. Misalnya, apakah lokasi yang digunakan untuk presentasi memiliki ruang yang cukup luas, bagaimana tata letak ruangan tersebut, bentuk meja dan tempat duduk audiens, dan lain-lain.




   2.2  Alat Bantu atau Media Presentasi Bisnis
Sejalan dengan perkembangan teknologi multimedia dewasa ini, sudah seharusnya seorang pembicara profesional tidak ketinggalan dalam memeanfaatkan teknologi modern tersebut. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana seorang pembicara mampu menjelaskan, menafsirkan, maupun meyakini yang dipresentasikan dengan baik melalui alat bantu presentasi yang tersedia tersebut. Pemilihan alat bantu audio visual presentasi yang akan digunakan sangat bergantung pada sejauh mana seorang pembicara mampu menganalisis materi, audiens, maupun suasana lokasi seorang pembicara akan melakukan presentasi bisnis. Ketidaktepatan dalam menggunakan alat bantu presentasi bisnis bukan saja mengganggu jalannya presentasi yang dilakukan, tetapi juga memberikan penilaian yang kurang mrnguntungkan bagi pembicara tersebut.
Alat bantu presentasi cukup banyak variasinya, mulai dari alat bantu presentasi yang konvensional sampai dengan yang modern atau kontemporer. Sebelum menggunakan alat bantu presentasi tersebut, sudah selayaknya apabila seorang pembicara memiliki kemampuan teknis operasional dan melakukan pemeriksaan sebelum alat bantu presentasi bisnis tersebut digunakan. Berbagai alat bantu presentasi bisnis mencakup antara lain; blackboard, whiteboard, flipcharts, transpartasi overhead projector, slide, papan tulis elektronik, VCR, panel LCD, LCD projector. Masing-masing alat bantu presentasi bisnis tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan yang dapat dijelaskan berikut ini;
  •     Papan Tulis Hitam dan Papan Tulis Putih (blackboard dan whiteboard)
  •     Flip Charts
  •     Transparansi Overhead Projector
  •     Slide
  •     Papan Tulis Elektronik
  •     Video Cassette Recorder (VCR)
  •     Panel LCD
  •     Proyektor LCD


     2.3 Menganalisis Audiens
Untuk dapat melakukan presentasi bisnis yang baik, salah satu persyaratannya, pembicara harus dapat menganalisis audiens (audience analysis) secara tepat. Ketidaktepatan dalam menganalisis audiens akan membuat pembicara gagal atau kecewa karena tidak mampu menyampaikan presentasi dengan baik. Oleh karena itu, dalam menganalisis audiens seorang pembicara harus mampu menjawab enam pertanyaan mendasar berikut ini.
Ø  Siapa Audiensnya?
Analisis audiens ini berkaitan dengan kepada siapa seseorang itu berbicara. Semakin banyak informasi yang dapat diperoleh dari para audiens, pembicara semakin mudah melakukan presentasi secara tepat.
Ø  Apa yang Diinginkan Audiens?
Agar penyampaian pesan-pesan bisnis sesuai seperti yang diharapkan, pembicara yang baik perlu mengetahui apa yang diinginkan oleh audiens.
Ø  Dimana Melakukan Presentasi?
Bagi pembicara, pemahaman terhadap tempat presentasi dilakukan sangat penting. Pemahaman tempat presentasi akan membantu pembicara untuk menyusun strategi yang tepat
Ø  Kapan Melakukan Presentasi?
Seorang pembicara perlu memperhatikan secara seksama kapan melakukan presentasi bisnis (rincian mengenai tanggal, bulan, hari dan jam berapa). Sebagaimana dalam waktu sehari terdapat berjam-jam ketika Audiens masih “segar”, tetapi juga terdapat jam-jam saat stamina audiens telah menurun, melemah, bahkan cendrung mengantuk. Pagi hari sangat baik untuk melakukan presentasi bisnis. Adapun waktu siang hari setelah makan siang merupakan waktu yang cukup berat untuk presentasi bisnis, karna audiens cendrung ngantuk.
Ø  Mengapa Melakukan Presentasi?
Sebelum melakukan presentasi bisnis, seorang pembicara harus mampu menjawab pertanyaan mengapa harus melakukan presentasi bisnis. Tentunya akan sangat bervariasi antara seseorang dengan yang lain. Mungkin bagi pembicara yang lainnya bagi presentasi bisnis dimaksud untuk memberikan alternatif solusi atas merosotnya omset penjualan buku-buku referensi peguruan tinggi di tanah air akhir-akhir ini.
Ø  Bagaimana Melakukan Presentasi?
Seorang pembicara yang satu dengan pembicara dengan pembicara yang lain tentunya memiliki strategi presentasi bisnis yang berbeda-beda. Misalnya, presentasi dilakukan dengan memegagang catatan atau naskah lengkap, menggunakan tranparansi overbead, slide, proyektor LCD, computer atau multimedia, atau lainnya.

    2.4 Percaya Diri
Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam persentasi bisnis adalah rasa percaya diri yang kuat dari pembicara ketika menyampaikan persentasi bisnis.
    a)    Gemetar
Tangan dan lutut gemetaran bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut, itu merupakan suatu proses homeostatic dari badan yang membuang kelebihan energy. Janganlah mencoba mengendalikan proses ini dengan mencengkram mimbar atau memasukkan tangan kedalam saku karena akan semakin memperparah masalah. Gunakan kelebihan energy tersebut secara positif dengan melakukan gerakan tubuh yang termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens. Biarkan gerakan-gerakan itu terjadi secara wajar.
    b)    Bicara Terputus-putus
Jika saat presentasi bisnis seorang pembicara kehilangan urutan pemikiran atau terputus-putus, sebaiknya lepaskan kontak mata dengan audiens, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan nafas secara perlahan-lahan, sambil melihat catatan-catatan kecil. Selanjuntnya, fokuskan perhatian pada apa yang sedang disampaikan dan dipresentasikan, dan bukannya apa yang terlupakan.
     c)   Mulut Kering
Jika saat pembicara melakukan presentasi bisnis dan terasa mulut kering, sebaiknya segera meminta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Kalau air minum telah tersedia, pembicara dapat langsung minum secukupnya. Di samping itu pada saat presentasi bisnis hindari mengunyah permen atau sejenisnya, karena hal itu dapat mengganggu artikulasi (pengucapan kata) dan dapat tertelan tanpa sengaja. Hal itu dapat mengganggu presentasi bisnis yang sedang berlangsung.
Percaya diri merupakan salah satu prasyarat bagi keberhasilan suatu presentasi  bisnis. Oleh karena itu seseorang  pembicara professional harus selalu mencari berbagai upaya untuk mengembangkan percaya diri. Peter Urs Benders dalam buku Secrets Of Power Presentations memberikan resep bagaimana seorang pembicara mampu mengembangkan percaya diri , yaitu :
1.    Saat anda di perkenalkan, tersenyumlah dan pandanglah sekilas semua hadirin (audiens) dan kemudian keada orang yang mengatakan segala yang baik dari anda (yang memperkenalkan anda) . Jangan nunduk malu . Berbanggalah !
2.    Mulailah perlahanlahan, dengan punggung dan dagu tegak . kemudian percepat  secara bertahap.
3.    Bukalah presentasi anda dengan mengatakan sesuatu secara sungguhsungguh.
4.    Mengakui anda lebih tau tentang topic tersebut, dari pada para pendengar anda. Anda seorang pakar.
5.    Pakailah pakaian anda yang terbaik,
6.    Yang terpenting , hiasi wajah anda dengan senyuman. Tubuh anda un akan merasa positif Teruslah berkata ada diri sendiri betapa nyamannya perasaan anda.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan            
Presentasi bisnis kerap kali dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang keberhasilan presentasi secara efektif.
Presentasi bisnis memiliki empat tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis, menghibur audiens, menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu. Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja bertujuan untuk sekedar menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens. Sebelum melakukan presentasi bisnis perlu dipersiapkan beberapa hal seperti penguasaan materi yang ingin disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens dan menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya presentasi bisnis.
Alat bantu presentasi bisnis yang ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya mulai dari yang paling sederhana sampai pada alat bantu visual elektronik dengan teknologi canggih. Sebagai sarana pendukung dalam presentasi bisnis, alat bantu itu diharapkan mampu memperjelas pemahaman para audiens dalam menangkap suatu materi dan menarik bagi audiens. Selain itu, perlu juga seorang presenter menganalisis bahasa tubuh yang sebaiknya digunakan, serta peninjauan lokasi secara sekilas. Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah bagaimana berupaya untuk selalu menumbuhkan rasa percaya diri dan berlatih melakukan presentasi bisnis. Melalui presentasi ini, saya harap akan membawa hal yang positif bagi bisnis saya dan dapat meningkatkan penjualan produk tersebut.



SUMBER :

http://kunangsenja.blogspot.co.id/2010/05/presentasi-bisnis.html