BAB
I
KOMUNIKASI
DALAM TULISAN
1.1 Latar Belakang
Komunikasi tulisan adalah
komunikasi yang dilakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraaan
secara langsung dengan menngunakan bahasa yang singkat, jelas dan dapat
dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat- menyurat, sms,
e-mail dan lain sebagainya.
Seperti hal nya komunikasi lisan, komunikasi
tulisan ini juga berpengaruh dalam komunikasi antaran individu-individu,
individu-kelompok, atau kelompok-kelompok yang berjauhan tempat. Komunikasi
tulisan juga dapat memberikan eisien dan menghemat waktu tanpa perlu membuamg
tenaga dan waktu dalam berkomunikasi kepada seseorang yang tempat dan
domisilinya berjauhan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Penulisan Kabar Atau Berita
Nilai berita digunakan untuk mengukur layak tidaknya suatu
tulisan diangkat menjadi berita. Semakin tinggi nilai berita yang dikandung
dalam sebuah peristiwa semakin kuat tersebut dianggkat sebagai berita. Sebaliknya, semakin rendah nilai beritanya semakin rendah
pula peristiwa tersebut diangkat sebagai berita.
1.)
Unsur-Unsur Berita
Sebuah berita memenuhi unsur-unsur berita yang dikenal
dengan 5W+1H.
§
What= apa yang terjadi
§
Where= dimana hal itu terjadi
§
When= kapan peristiwa itu terjadi
§
Who= siapa yang terlibat dalam
kejadian itu
§
Why= kenapa hal itu terjadi
§
How= bagaimana peristiwa itu terjadi
2.)
Struktuk naskah berita
§
Judul berita (head)
§
Teras
berita (lead)
§
Isi berita (body)
3.)
Teknik menulis berita
§
Fact Organizing yaitu
pengorganisasian/pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menulis berita.
Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, atau menggunakan data-data
tertulis.
§ Lead Decission yaitu penentuan lead
untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis
berita
§ Word Selection yaitu pemilihan kata-kata cocok untuk
mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat-lompat
sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.
2.2 Penulisan Pesan-Pesan Persuasif
Persuasi merupakan suatu usaha
mengubah sikap, kepercayaan atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan.
Secara sederhana, persuasi yang efektif adalah kemampuan untukmenyampaikan
suatu pesan di dalam suatu acara yang membuat audiens merasa mempunyai pilihan
dan membuat mereka setuju.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan
dalam menulis pesan-pesan pesuasif antara lain:
1)
Analisis audiens
2)
Mempertimbangkan perbedaan budaya
3)
Memilih pendekatan organisasional
Persuasive yang efektif mencakup
empat komponen penting:
a.) Menetapkan kredibilitas
b.) Membuat kerangka argumentasi audies
c.) Memilih daya pemikat
2.3 Korespondensi
Korespondensi adalah penyampaian
maksud melalui surat dari suatu pihak kepada pihak lain dan atas nama jabatan
dan dalam suatu perusahaan/organisasi dan dapat atas nama perorangan. Kegiatan
saling berkirim surat oleh perseorangan atau oleh organisasi disebut surat
menyurat ata korespondensi. Pihak yang terlibat disebut koresponden.
Surat adalah alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan
pesan kepada pihak lain yang memiliki persyaratan khusus yaitu penggunaan kode
notasi, penggunaan kertas, penggunaan model dan bentuk, pemakainan bahsa yang
khas serta pencantuman tanda tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar