Sabtu, 30 September 2017

" Jenis - Jenis Komunikasi "

BAB I


1.1  Latar Belakang
Komunikasi sangat penting bagi setiap orang tanpa terkecuali, manusia yang memiliki peranan sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan komunikasi sebagai bentuk interaksi dua arah untuk dua orang ataupun lebih. Komunikasi yang  merupakan suatu proses penyampain informasi dan bagaimana setiap orang menginterpretasikanya. Komunikasi akan efektif apabila maksud dari pemberi informasi sampai dengan benar atau dapat ditangkap oleh penerima informasi satu sama lain.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 komunikasi menurut penyampaianya
a.) Komunikasi lisan : Yang dimaksudkan dengan komunikasi lisan adalah komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, yang artinya komunikasi bentuk ini dilakukan antara kedua belah pihak secara bertatap muka.
b.) Komunikasi tertulis : Komunikasi tertulis adalah salah satu bentuk komunikasi yang berupa tulisan,
2.2 komunikasi menurut kelangsunganya
Dalam sebuah proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang ataupun lebih, dapat diketahui interaksi antara kedua belah pihak atau lebih tersebut sebagai mana berikut:
1.)    Komunikasi langsung : Proses komunikasi langsung maksudnya adalah bahwa komunikasi yang dilakukan tanpa bantuan, campur tangan, perantara pihak lain ataupun media komunikasi serta tidak dibatasi oleh jarak.
2.)    Komunikasi tidak langsung : Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui perantara, baik itu pihak ketiga atau bantuan alat-alat komunikasi lainnya.

2.3  komunikasi menurut perilakunya
Komunikasi dipelari oleh manusia melalui proses kehidupannya, melaui belajar, bersosialisai dan lain sebagainya yang tentunya akan secara otomatis dipengaruhi oleh perilaku dan posisi seseorang didalam masyarakat, berikut merupakan jenis komunikasi menurut perilakunya:
1.      Komunikasi formal : Komunikasi formal biasanya terjadi dalam suatu organisasi, komunikasi seperti ini biasanya sudah mempunyai aturan dan tata caranya sendiri menurut rules dari organisasi atau perusahaanya.
2.      Komunikasi informal : Komunikasi informal terjadi dalam suatu oraganisasi yang tidak ditentukan dalam struktur organisai dan tidak dapat pengakuan resmi yang juga tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi yang bersangkutan, misalnya adalah obrolan antar teman, desa-desus dan lain sebagainya.
3.      Komunikasi nonformal : Komunikasi nonformal adalah komunikasi yang terjadi antara bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang bertujuan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi.

2.4  komunikasi menurut maksudnya
Menurut maksud dilakukanya komuniksi ada beberapa komunikasi yang jika diperhatikan dilakukan dengan maksud  tertentu dari yang menyampaikan informasi, inisiatif komunikator menjadi suatu penentu diantaranya adalah: Pidato, Ceramah, Wawancara atau Memberi tugas atau perintah.

2.5  komunikasi menurut ruang lingkupnya
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi yang sedang dilakukan. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut : Artikel terkait: budaya indonesia yang mendunia, perbedaan seni dan keindahan, unsur seni lukis

2.6  komunikasi menurut aliran informasi
Komunikasi yang didasarkan menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :
a.       Komunikasi satu arah, yaitu merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja.
b.      Komunikasi dua arah, yaitu merupakan komunikasi yang bersifat timbale balik, dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feedbeck kepada komunikatornya.
c.       Komunikasi ke atas yaitu merupakan komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan
d.      Komunikasi ke bawah, yaitu meruakan komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
e.       Komunikasi kesamping, yaitu merupakan komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar. Dengan demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai bentuk interaksi komunikasinya.

2.7  komunikasi menurut jaringan kerja
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan dapat  terlaksana menurut sistem yang ditetapkanya dalam jaringan kerja yang dinanungi. Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi
1.      Komunikasi jaringan kerja rantai : Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
2.      Komunikasi jaringan kerja lingkaran : Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran.
3.      Komunikasi jaringan bintang : Komunikasi yang terjadi melalui satu sentral dan saluranya yang dilalui lebih pendek.

2.8  komunikasi menurut peranan individu
Komunikasi yang dilakukan seseorang atau individu kepada pihak-pihak lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain : Komunikasi antara individu dengan individu yang lain, Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas dan komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih,

2.9  komunikasi menurut jumlah pelaku dalam komunikasi

Komunikasi yang selalu terjadi diantara sesama manusia baik individu maupun kelompok. Jumlah dari orang yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut : Komunikasi perseorangan : Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga.




DAFTAR PUSTAKA

" Komunikasi Dalam Organisasi "

BAB I

1.1  Latar Belakang
Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukanorang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi.Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentukdari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalamkelompok ataupun organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakanmasalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari atasan dan bawahannya. Di antara kedua belah pihak (atasan dan bawahan) harus ada komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itudiperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerjasama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial maupun kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginanmasing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapatmemberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pola Komunikasi Bisnis
a)      Saluran Komunikasi Formal
Dalam struktur organisasi, garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk 3 pola yaitu:
b)      Saluran Komunikasi Informal
Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi, tanpa mempedulikan jenjang hierarki, pangkat, dan kedudukan atau jabatan, dapat berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang mereka perbincangkan biasanya bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor yang baru di dengar, keluarga, anak-anak, dunia olahraga, musik, acara film, dan sinetron tv, dan kadang kala mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi kerja yang ada dalam organisasinya.
2.2 Mengelola komunikasi bisnis :
1)      Mengurangi jumlah pesan semaksimal mungkin. Hal ini perlu dilakukan karena pada prakteknya banyak proses komunikasi, misalnya rapat atau penggunaan memo, yang hanya memboroskan waktu. Dengan hanya mengirim informasi yang memang dianggap penting, maka perusahaan dapat menghemat waktu dan uang.
2)      Memberikan instruksi yang jelas. Orang yang bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi harus memahami dengan jelas semua keinginan dan sasaran perusahaan. Selain itu, penyampai informasi atau manajer harus menganalisa apakah bawahannya sudah benar-benar memahami informasi yang disampaikan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan umpan balik melalui kerja sama yang baik dengan para stafnya.
3)      Mendelegasikan tanggung jawab

2.1    Masalah komunikasi dalam organinasi :
Salah satu masalah yang sering timbul dalam suatu organisasi yaitu masalah etika. Masalah   etika   selalu   timbul   dalam   situasi   yang   melibatkan   orang   lain,   tetapi   seringkali organisasi   lebih   banyak   menyoroti   masalah   etika   ini   daripada   pihak   –   pihak   lainnya. Pelanggaran terhadap etika yang telah diterima secara umum merupakan masalah yang harus diwaspadai dalam organisasi. Masalah etika dalam organisasi dikelompokkan menjadi 2 bagian, seperti:
· Mengenai praktik organisasi di tempat kerja

· Mengenai keputusan perseorangan



DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 27 September 2017

" Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis "

BAB I



1.1  Latar Belakang
komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan berkomunikasi kita dapat melakukan hal apa saja termasuk berbisnis. Pada dasarnya komunikasi terbagi menjadi dua macam yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Dalam dunia bisnis komunikasi yang digunakan pun sama yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Walaupun bentuk komunikasinya berbeda tapi tujuannya tetap sama yaitu untuk penyampaian dan pengiriman pesan.
Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara besar-besaran yang ditujukkan pada konsumen yang tidak dikenalnya. Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga berarti suatu syarat mutlak bagi setiap pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan terus maju berkembang. dalam lingkungan bisnis, ada aneka sarana komunikasi perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan masyarakat konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara lain adalah dalam wujud pengiriman surat, pengiriman kawat, percakapan telepon,
kunjungan pribadi, dan lain-lain. Jenis-jenis sarana komunikasi perdagangan yang disebutkan tadi hanya sesuai bilamana dipergunakan dalam daerah pemasaran barang dan jasa yang ruang lingkupnya terbatas. Untuk berkomunikasi dalam suatu daerah pemasaran yang sangat luas, dimana calon konsumen kita jumlahnya beribu-ribu bahkan mungkin mencapai jutaan atau puluhan juta orang, kita memerlukan sarana komunikasi pemasarn khusus seperti periklanan. Karena periklanan dalam rangkaian usaha yang dilakukan setiap pengusaha merupakan suatu alat pemasaran yang bidang geraknya justru terletak dalam bidang komunikasi massa.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Tujuan dari komunikasi bisnis ini.
Tujuan Komunikasi Bisnis
1. Tujuan Dari Komunikasi Bisnis Secara Umum :
Komunikasi Bisnis bertujuan untuk mendukung tujuan bisnis agar lebih efektif dan efisien dalam rangka memperbaiki pengelolaan bisnis.
2.Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Khusus :
Komunikasi Bisnis bertujuan untuk menciptakan interaksi atau hubungan di dalam perusahaan, hubungan antara perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga pemerintah, sesama dunia usaha, serta dengan lingkungan sehingga tercipta hubungan yang harmonis yang ditandai oleh tercapainya tujuan bisnis juga semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis.
2.2 Umpan balik & bentuknya
      Dalam setiap kegiatan dari komunikasi merupakan kegiatan dari pengiriman dan penerimaan yang berupa lambang ataupun keinginan untuk mengubah suatu pendapat orang lain yang merupakan juga suatu usaha untuk mengadakan sebuah hubungan sosial. Pada peristiwa lain nya, seorang pimpinan akan menegur anak buahnya karena berbuat kesalahan sehingga anak buah nya tersebut menyesali perbuatannya. Pengarahan dan teguran nya tersebut bisa disamakan dengan pesan (message),
Sedangkan tepukan tangan itu bisa dinamakan dengan umpan balik. Antara umpan balik dan beberapa pesan terdapat hubungan sebab akibat (causalitas). Pesan (message) itu dapat berbentuk bermacam-macam seperti pidato, intruksi, pengarahan, tugas, perintah, analisis, dll. Pesan dapat juga
berbentuk tulisan, gambar - gambar, lisan dan bahkan demonstrasi atau penghargaan. Sebagaimana pesan maka umpan balikpun dapat pula berupa peragaan, tulisan, lisan, dsb.
2.2    Kesalahpahaman Dalam Komunikasi
Kesalahpahaman dalam komunikasi  tersebut diakibatkan:
1) masalah dalam mengembangkan pesan
2) masalah dalam menyampaikan pesan;
3) masalah dalam menerima pesan
4) masalah dalam menafsikan pesan  (Djoko Purwanto:2010). Persoalan kesalahpahaman komunikasi dalam berinteraksi mengakibatkan tujuan komunikasi tidak dapat tercapai dengan baik, karena  perbedaan persepsi antara yang diberi informasi dengan yang menerima informasi sehingga muncul pemahaman lain tidak seperti apa yang diharapkan oleh tujuan dari komunikasi semula.
2.3 Memperbaiki Komunikasi Dalam Organisasi
a)      Memelihara ikliim komunikasi terbuka Iklim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi dan kebiasaan. Komunikasi terbuka akan mendorong keterusterangan dan kejujuran serta mempermudah umpan balik.
b)      Bertekad memegang teguh etika berkomunikasi
c)      Memahami kesulitan komunikasi antarbudaya Majunya perkembangan teknologi dan informasi telah menyebabkan terjadinya interaksi antarbudaya baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.
d)     Menggunakan pendekatan berkomunikasi yang berpusat pada penerima Menggunakan pendekatan yang berpusat pada penerima berarti tetap mengingat penerima ketika sedang berkomunikasi.

e)       Menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggungjawab untuk memperoleh dan membagi informasi. Teknologi dapat dipergunakan untuk menyusun , merevisi dan mendistribusikan pesan. Penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan bijaksana akan mendorong terciptanya komunikasi yang efektif. 6. Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien.


DAFTAR PUSTAKA

" Dasar Komunikasi Dan Komunikasi Bisnis "

BAB I



1.1  Latar Belakang
Peranan komunikasi dalam proses manajemen saat ini semakin meningkat. Sebagai manajer yang mengelola suatu organisasi, maka diperlukan keterampilan komunikasi yang baik. Seorang manajer ataupun seorang pekerja perlu memiliki keterampilan komunikasi, baik lisan, tertulis maupun nonverbal. Keterampilan komunikasi yang harus dikuasai oleh manajer diantaranya: Memecahkan masalah  dan mengambil keputusan, mengatasi konflik yang terjadi di dalam perusahaan, memanfaatkan hubungan masyarakat untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan dan memotivasi pekerja.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian dan Cakupan Komunikasi
·         Komunikasi bisnis merupakan sebuah pertukaran gagasan, informasi, pendapat, dan instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang akan disajikan secara personal atau impersonal melalui sebuah simbol - simbol atau sinyal
·    Komunikasi bisnis menurut pandangan Persing
Komunikasi merupakan sebuah  proses penyampaian arti melalui lambang lambang yang biasanya  meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dari suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan baik itu dalam tulisan atau lisan maupun non verbal yang akan dilakukan didalam suatu organisasi untuk membayar orang yang secara bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang- barang yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan.

2.2  Unsur-unsur dari komunikasi
Dalam komunikasi bisnis biasanya terdapat unsur-unsur pokok, yaitu:
1.)    Memiliki suatu tujuan, artinya komunikasi bisnis ini harus memiliki suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan sejalan dengan tujuan organisasi.
2.)    Pertukaran, didalam hal ini biasanya melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni seorang komunikator dan komunikan.
3.)     Gagasan, informasi, opini, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam namun tergantung pada tujuan, situasi, dan kondisinya.
4.)     Menggunakan saluran personal atau bisa juga impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, bisa juga kita menggunakan media tertentu atau melalui media yang dapat menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
5.)     Menggunakan suatu simbol atau sinyal yang merupakan sebuah alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima sebagai menyampaikan pesan.

2.3  Bentuk dasar komunikasi
1. Komunikasi verbal
Komunikasi verbal (verbal communication) ini merupakan salah satu dari bentuk komunikasi yang biasa disampaikan kepada pihak lain melalui sebuah tulisan (written) dan lisan (oral). Salah satu contohnya adalah membaca majalah, mambaca sebuah surat kabar, dan mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar serta hal lain sebagainya. Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, memang dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang sudah disusun dalam suatu pola yang memang berarti, baik berupa tulisan maupun lisan, seperti: Kita Berbicara dan Menulis suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya ini disampaikan dengan menggunakan tulisan, memo,  seperti surat, dan laporan.
2.  Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal ini  merupakan bentuk dari komunikasi yang paling mendasar di dalam komunikasi bisnis.Walaupun memang pada umumnya komunikasi nonverbal ini memiliki sifat yang kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti kita memahami dalam penggunaan bahasa isyarat, gerakan tubuh, ekspresi wajah, sandi, simbol-simbol, warna dan intonasi suara. Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal itu  memilki arti yang memang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal. Pesan yang dapat disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki suatu rencana dan dilakukan dengan secara tidak sadar dan bersifat alami.

2.4  Bisnis dalam pandangan komunikasi
Dalam konsep dan azas dari komunikasi modern yang lebih menekankan kepada kebutuhan komunikan dan berupa kesiapan dari komunikan dalam proses komunikasi, hal ini memang lebih penting dari fungsi pesan dari tujuan oleh seorang komunikator, ini bisa disebabkan oleh prinsip – prinsip yang lebih modern yang memang lebih mempertimbangkan dan memperhitungkan terlebih dahulu pada peluang dari pada produksinya.


BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Dalam perkembangannya komunikasi didefinisikan sebagai transfer pesan antara dua orang atau lebih. Sebagai seorang manajer yang mengelola suatu organisasi, maka diperlukan keterampilan komunikasi yang baik. Ada 3 jenis keterampilan manajerial yang harus dimiliki oleh seorang manajer agar dapat mengelola sumber daya dengan baik, yaitu :
l). Keterarrpilan tehnik( Technical Skill )
2). Keterampilan berhubungan dengan pekerja( Human Skill )
3). Keterampilan Konseptual ( Conceptual Skill )

Untuk menguasai ketiga keterampilan ini, maka diperlukan keterampilan komunikasi. Oleh karena itu maka seorang manajer ataupun seorang pekerja perlu memiliki keterampilan komunikasi baik lisan, tertulis maupun nonverbal.


DAFTAR PUSTAKA