Kamis, 02 November 2017

"Perencanaan Pesan - Pesan Bisnis"

BAB I
PERENCANAAN PESAN PESAN BISNIS
1.1  Latar Belakang
Komunikasi merupakan suatu aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia,. Kehidupan sehari – hari manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang dilakukannya dengan orang lain, bahkan terkait dengan pesan yang disampaikan oleh orang yang tidak dikenalnya. Karena kompleksitasnya tersebut, Little John mengemukakan bahwa komunikasi adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan. Sementara dalam Webster’s New World Dictionary, komunikasi didefinisikan sebagai suatu seni mengekspresikan ide terutama melalui lisan maupun tulisan atau suatu ilmu menyampaikan informasi terutama melalui simbol-simbol.
Menurut Harold Lasswell, dalam suatu proses komunikasi setidaknya terdapat lima elemen mendasar yang harus ada. Kelima elemen dasar ini lazim dikenal dengan istilah “Who Says What in Which Channel to Whom with What Effect”. Adapun lima  elemen dasar tersebut adalah who (sumber atau komunikator), says what(pesan), in which channel (saluran), to whom (penerima atau komunikan), with what effect (efek atau dampak). Keberhasilan sebuah proses komunikasi sangat bergantung pada kelima elemen di atas. Bagaimana agar seorang komunikator bisa mempengaruhi komunikannya, sehingga bisa bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator, bahkan bisa merubah sikap dan perilaku dari komunikan sangat dipengaruhi pada lima faktor tersebut. Dalam suatu komunikasi bisnis yang dilakukan oleh seseorang tentunya membutuhkan tahap perencanaan dalam rangka menyusun pesan-pesan bisnis yang akan disampaikan kepada pihak lain.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penentuan Proses Komposisi
Proses komposisi ( composition process ) penyusunan pesan-pesan bisnis dapat dianalogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang komposer. Begitu halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan bisnis.Pesan bisnis yang efektif bertujuan untuk menarik perhatian pihak lawan komunikasi, krena itu pesan harus ringkas dan menunjukkan tujuan yang jelas. Tujuan dalam penulisan pesan bisnis yang efektif adalah lebih bersiafat untuk menyatakan ide daripada mengesankan lawan komunikasi.
Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap :
1.      Perencanaan, Dalam fase perencanaan ( planning phase ), dipikirkan hal-hal yang cukup mendasar, seperti maksud/tujuan komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan yang akan disampiakan, dan saluran atau media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Perencanaan, meliputi maksud dan tujuan komunikasi, audiens yang akan menerima pesan, ide pokok pesan-pesan yang akan disampaikan, saluran atau media yang akan digunakan.


2.      Pengorganisasian, Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyususnan atau pengaturan kata-kata, kalimat, dan paragraf. Oleh karena itu perlu diperhatikan bagaimana menggunakan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh si penerima pesan. Organisasi dan Komposisi, mengorganisasikan ide-ide dan dituangkan dalam bentuk draft yang berkaitan dengan komitment pemikiran yang dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh si penerima pesan serta memilih ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya.

3.      Revisi, Setelah ide-ide dituangkan dalam kata-kata, kaliamat , maupun  paragraf perhatikan apakah kata-kata, kalimat, dan paragraf tersebut telah diekspresikan dengan benar. Kalau ternyata belum sesuai, perlu dilakukan pengecekan sekaligus revisi/perbaikan-perbaikan seperlunya, sehingga apa yang telah direncanakan sebelumnya dapat dicapai seefektif mungkin. Revisi, proses perbaikan terhadap maksud dan isi pesan dari sisi substansi pesan yang ingin disampaikan, gaya penulisannya, struktur kalimat yang digunakan dan bagaimana tingkat pemahamannya serta memperhatikan penggunaan kata-kata, kalimat dan paragraf telah di ekspresikan dengan benar.
2.2 Penentuan Tujuan
Tahap pertama dalam merencanaka suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi. Untuk dapat melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas sesuai tujuan organisasi.
2.3 Analisis Audiens
Bila suatu komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi.
1.       Cara mengembangkan profil audiens, Mengembangkan suatu profi audiens boleh dikatakan gampang – gampang susah. Penentuan profil audiens dalam hal ini tidak akan mengalami kesulitan karena audiens adalah orang – orang yang sudah dikenal, akantetapi akan menjadi sulit bila belum.dalam kasus ini komunikator perku melakkukan investigasi untuk mengantisipasi reaksi mereka.
2.      Cara memuaskan audiens akan kebutuhan informasi. Kunci komunikasi yang efektif adalah dengan menentukan kebutuhan informasi audiens dan selanjutnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut
3.      Cara memuaskan kebutuhan motivasional audiens, ada kecenderungan bahwa audiens tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Cara mengatasinya adalah dngfan mengatur pesan – pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima audiens dengan mudah. Pendekatan yang dapa deliakukan adalah dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional. Meskipun pendekatan argumentasi merupakan cara yang baik, perlu juga untuk mencoba menggunakan pendekatan emosi.

2.4 Penentuan Ide Pokok
Setelah menganalisis tujuan dan audiens delanjutnya adalah menentuka cara mencapai tujuan tersebut. Setiap pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu ide pokok. Sebelum menentukan ide pokok hal – hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih dahulu
1.      Teknik Curah Pendapat
2.      Pembatasan Cakupan

2.5     Seleksi Saluran Dan Media
Ide pokok dari pesan – pesan bisnis dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan atau oral atau tertulis.

·         Komunikasi Lisan, Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuan memberikan feedback dengan segera. Kelebihan lain adalah sifatnya yang ekonomis. Pendekatan lisan juga bermanfaat apabila yang disajikan adalah informasi kontroversial karena reaksi audiens dapat terbaca dari bahasa isyarat mereka.
·         Komunikasi Tertulis, Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah peneulis mempunyai keempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan – pesan mereka. Suatu format tulisan diperlukan jika informasi disampaikan kompleks dan dibutuhkan catatan permanan untuk referensi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penyusunan pesan-pesan bisnis terdiri atas tiga hal yaitu perencanaan, komposisi, dan revisi. Langkah lain dalam penyusunan pesan-pesan bisnis adalah dengan menentukan ide pokoknya. Ide pokok merupakan rangkuman pesan-pesan yang disampaikan. Selain itu dalam merencanakan pesan-pesan bisnis perlu juga dilakukan pemilihan saluran komunikasi yang akan digunakan.




SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar