Tampilkan postingan dengan label Materi 11-12 (Komunikasi Bisnis). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi 11-12 (Komunikasi Bisnis). Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2017

" Komunikasi Lisan dan Negosiasi "

BAB I
KOMUNIKASI LISAN DAN NEGOSIASI


1.1  Latar Belakang
Istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris yaitu communication, sedangkan dari bahasa latin adalah comunicatus yang mempunyai arti berbagai atau menjadi milik bersama. Komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Ilmu  komunikasi  adalah  ilmu  pengethuan  sosial  yang  bersifat  multidisipliner,  oleya  itu  tidak  bias,menghindari  perspektif  dari  beberapa  ahli  yang  tertarik  pada  kajian           tentang komunikasi Sehingga  pengertian dan definisi komunikasi menjadi semakain banyak dan beragam, tetapi pada dasarnya semua itu bersi fat saling melengkapi dan menyempurnakan.
Komunikasi  secara  umum  adalah  suatu  proses  pembentukan,  penyampaian,  penerimaan, pengelolaan pesan  yang terjadi dalam diri seseorang dan  atau diantara dua atau lebih  dengan tujuan  tertentu. Artinya bahwa komunikasi tersebut adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan, dan pengolahan  pesan.  Setiap  pelaku  komunikasi  dengan  demikian  akan  melakukan  empat  tindakan  yaitu  : membentuk,  menyampaikan,  menerima  dan  mengolah  pesan.  Ke-empat  tindakan  tersebut  lazimnya  terjadi,secara  berurutan.  Membentuk  pesan  artinya  menciptakan  sesuatu  idea  atau  gagas,ini  terjadi  dalam  benak,kepala  seseorang  melalui  proses  kerja  system  syaraf.  Pesan  yang  telah  terbentuk  ini  kemudian  disampaikan kepada orang lain baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan  mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain.  Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi  dari  orang  tersebut.  
Pesan  adalah produk  utama  komunikasi.  Pesan  berupa  lambang-lambang  yang  menjalankan  ide/gagasan,  sikap,  perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau  tingkah  laku  dan  berbagai  bentuk  tanda-tanda  lainnya.
Negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang  menyangkut kepentingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kuka negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.


BAB II
PEMBAHASAN


 2.1  Komunikasi Lisan dalam Rapat
            Di dalam pertemuan dan rapat setiap peserta harus menyadari posisinya dalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:
·         Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.
·         Mampu berperan sebagai komunikator yang berpartisipasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
·         Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsive namun tidak emosional.
·         Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
·         Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak berbicara bertele-tele.

2.2  Komunikasi Lisan dalam Wawancara
Wawancara pada dasarnya adalah obrolan biasa, hanya saja dengan topik tertentu, dan ada pihak yang lebih dominan bertanya (pewawancara) dan pihak lain dominan menjawab, menjelaskan, atau memberi informasi (narasumber). Wawancara sangat penting dalam penelitian kualitatif, karena ia merupakan sarana atau teknik pengumpulan data/informasi. Setiap pengumpulan data kualitatif hampir selalu membutuhkan wawancara dengan sumber informasi, misalnya saksi mata, pelaku, pengamat, korban dan sebagainya. Wawancara adalah salah satu teknik meliput, selain terjun langsung ke lapangan atau tempat kejadian peristiwa dan studi literatur atau studi kepustakaan. Etika dalam wawancara di antaranya adalah,
1) sebutkan/perkenalkan identitas diri
2) jelaskan tujuan wawancara
3) datang tepat waktu, konfirmasi bila terlambat
4) menghormati permintaan responden, buat secara tertulis.
Sikap dalam wawancara yang perlu diperhatikan:
a.       Fokus pada lawan bicara.
b.      Fokus pada pembicaraan.
c.       Tidak boleh memotong pembicaraan.
d.      Gunakan volume suara yang baik (berbicara tidak terlalu keras).
e.       Sabar.
f.       Lakukan verifikasi jika ada kekurangan.
g.      Jangan menyakiti hati responden.
h.      Hindari bahasa menggurui responden.
i.        Hindari kata-kata kasar (kotor).
j.        Bersikap ramah.
k.      Hindari sikap rakus.
l.        Hidari tatapan yang menyelidik/melotot/clingak-clinguk.
m.    Ucapkan terima kasih.

2.3  Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi
Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya seseorang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepentingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang berbeda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komunikasi adalah upaya yang bertujuan untuk mencari kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman  yang  sama  terhadap  pesan  yang  saling  dipertukarkan  adalah  tujuan  yang  diinginkan  oleh keduanya.
Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. (oliver). Tujuan negosiasi adalah antara lain :




·         Untuk menemukan suatu kesepakatan kedua belah pihak
·         Untuk memenuhi harapan/keinginan kedua belah pihak
·         Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian, atau memecahkan problem lain.

SUMBER :